Tahukah kamu bahwa Indonesia berada di urutan kelima sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbesar di Dunia? Bahkan, menurut data yang dilansir dari eMarketer, jumlah pengguna smartphone ini akan terus bertambah hingga tahun 2019.

Besarnya penggunaan smartphone juga menandakan tingkat penggunaan mobile internet di Indonesia meningkat. Hal ini bisa kita ketahui dari survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sepanjang tahun 2016 yang menunjukkan bahwa 67,8 % pengguna Internet di Indonesia melakukan aktivitas internet secara mobile atau menggunakan smartphone. Tak heran hal ini kemudian berimbas pada perkembangan teknologi lainnya yang bersifat mobile juga. Tak terkecuali dalam hal keuangan.

Sebut saja beberapa gebrakan yang muncul beberapa tahun belakangan seperti electronic money, transportasi online, hingga rekening telepon. Semua ini dibuat tentunya untuk mempermudah sistem pembayaran meski pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang merasa belum membutuhkan semua teknologi ini.

Namun, tanpa disadari cepat atau lambat kita akan segera membutuhkan inovasi dalam sistem pembayaran terutama mobile payment. Berbagai teknologi berikut akan menjadi tanda bahwa kini metode pembayaran manual sudah tak lagi dibutuhkan.

Berbelanja tanpa kasir

mobile payment 1.jpg
Sumber: Cnet

Salah satu industri yang kini tengah berkembang pesat adalah e-commerce. Berdasarkan data dari Menkominfo bisa dilihat nilai transaksi e-commerce pada tahun 2013 mencapai angka Rp130 triliun dan angka ini akan terus bertumbuh mengingat penetrasi Internet di Indonesia juga makin luas.

Transaksi yang dilakukan secara online mengharuskan para pelaku bisnis e-commerce memutar kepala mencari metode paling mudah dan efisien dalam hal transaksi. Mulai dari virtual account hingga cash on delivery.

Lebih jauh lagi, salah satu pelaku e-commerce terbesar di Amerika justru berjalan selangkah lebih cepat. Mengingat tidak semua memungkinkan untuk dipasarkan secara online maka pasar offline tetap perlu direalisaikan. Hal ini bisa kita lihat dari Amazon Go, minimarket dimana setiap orang bisa membeli kebutuhan sehari-harinya.

Lalu, apa yang membedakan minimarket yang dikelola oleh industri e-commerce ini? Jawabannya adalah sistem pembayaran. Amazon Go adalah minimarket yang tak dilengkapi kasir didalamnya.

Setiap pengunjung bisa mengambil barang apapun yang ada di toko dan langsung membawanya pulang. Tak perlu khawatir akan merugi, karena Amazon Go dilengkapi dengan sensor khusus yang mendeteksi barang-barang yang diambil atau ditaruh kembali.

Hal ini tentu mengeliminasi banyak kekurangan dari sistem pembayaran melalui kasir, mulai dari mengantri hingga permasalahan kembali. Hal serupa-pun mulai ditiru oleh beberapa pelaku industri serupa seperti CVS Pharmacy. Bahkan di Indonesia, Berrybenka-pun mulai membuka toko offline-nya meski belum ada penerapan mobile payment. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa kelak semua toko offline tak akan lagi dilengkapi kasir.

Jajan kaki lima tanpa uang cash

mobile-payment-2
Sumber: PayPal

Jika teknologi sebelumnya masih terlihat mungkin karena dilakukan oleh pelaku bisnis yang cukup besar, teknologi kali ini lebih diperuntukkan pada UKM atau bisnis lain dengan skala yang lebih kecil.

Bayangkan jika kamu sedang berbelanja di warung kecil, atau membeli jajanan di pedagang kaki lima dan gerobak yang kebetulan lewat namun tidak membawa uang? Masalah seperti ini tak akan lagi kamu temui di masa depan karena kelak para pedagang ini-pun akan dilengkapi teknologi mobile payment.

Tentunya kamu nggak akan menemukan mesin secanggih alat sensor dan se-ribet mesin debit kredit yang ada di minimarket karena kelak cukup menggunakan smartphone segala transaksi bisa dilakukan secara mobile. Terdengar mustahil?

Nyatanya hal ini nggak mustahil dilakukan! Salah satu contoh yang bisa kita lihat adalah Paypal Here, card reader kecil yang bisa disambungkkan ke smartphone si penjual yang memungkinkan kamu untuk melakukan transaksi cashless dimanapun dan kapanpun.

Selain Paypal Here, di China sendiri para pedagang kaki lima sudah mulai menggunakan aplikasi WeChat yang memiliki sistem credit yang bisa digunakan sebagai metode pembayaran. Jadi, cukup dengan sebuah aplikasi chatting kamu bisa melakukan transaksi untuk sekedar membeli gorengan di pinggir jalan.

Smartphone = Dompet

mobile payment 3.jpg
Sumber: E27

Dengan metode pembayaran manual, artinya setiap orang menjadi perlu untuk selalu membawa dompet kemana-pun ia pergi. Namun, dengan teknologi yang kini mulai dikembangkan, kamu tak hanya mengeliminasi uang tetapi juga berbagai kartu debit dan kredit yang ada didompet kamu karena semuanya sudah bisa diakomodasi dengan satu smartphone saja.

Sebut saja Doku Wallet, dompet elektronik untuk smartphone yang memungkinkan kamu untuk berbelanja hingga membayar argo taksi. Bahkan kini untuk menggunakan transportasi online, kamu tak lagi dituntut menggunakan pembayaran manual.

Hal ini tidak menutup kemungkinan kelak semua pembayaran akan dialihkan menggunakan smartphone ketimbang kartu kredit atau debit mengingat angka penggunaan smartphone yang terus meningkat.


Itulah beberapa contoh teknologi dimasa depan yang akan sangat tergantung pada mobile payment. Baik disadari atau tidak, perlahan kita juga mulai menggunakan metode-metode mobile dalam pembayaran dan cepat atau lambat kita perlahan akan meninggalkan metode pembayaran manual.

Bahkan ketika semua teknologi ini terealisasi secara menyeluruh, justru kamu yang harus menyesuaikan diri jika belum terbiasa menggunakan mobile payment. Jadi, masih ragu untuk beralih ke mobile payment?

Sumber gambar utama: FSD Service Max
Advertisements