Bentuk pembayaran digital kian berkembang di Indonesia, terutama dengan adanya inisiatif dari berbagai bank dan perusahaan teknologi di Indonesia untuk berlomba-lomba memberikan solusi pembayaran digital yang lebih cepat dan aman.

Tujuannya, agar masyarakat Indonesia pelan-pelan berpindah dari pembayaran manual menuju pembayaran digital. Namun saat ini, banyak yang masih belum mengerti apa perbedaan dari pembayaran manual dan digital.

Bukan, pembayaran digital bukan hanya transfer melalui online banking sehingga seseorang tidak perlu ke ATM. Lalu, apa saja yang membedakan pembayaran digital dengan manual? Setidaknya, ada 5 hal yang membedakan keduanya dari segi bentuk pembayaran, keamanan, kepastian, transparansi, dan promo!

Bentuk pembayaran

digital-payment-1Sumber: PublicDomain Picture

  • Pembayaran Manual

Melansir dari Business Dictionary, manual sendiri bisa diartikan sebagai sesuatu yang dikontrol oleh operator dan ditenagai oleh tenaga manusia atau hewan.

Dalam pembayaran manual, semua transaksi pembayaran yang masih menggunakan “kertas” ataupun material lainnya yang merupakan bentuk fisik dari uang. Pembayaran ini termasuk pembayaran tunai dan pembayaran menggunakan cek atau bilyet giro. Tentunya hal-hal ini masih sangat bergantung pada manusia sebagai operator.

  • Pembayaran Digital

Sebaliknya, pembayaran digital merupakan berbagai bentuk pembayaran yang tidak melibatkan bentuk fisik dari uang. Hal ini tentu mengurangi banyak sekali tenaga manusia sebagai operator untuk menjadi bagian sistem dari proses pembayaran.

Pembayaran ini termasuk jenis pembayaran seperti kartu kredit, transfer uang melalui ponsel dan internet, debit, serta berbagai layanan pembayaran yang disediakan oleh bank dan perusahaan.

Keamanan dan kepraktisan

digital-payment-2Sumber: stevepb

  • Pembayaran Manual

Kini, jika dibandingkan dengan perkembangan teknologi, pembayaran manual menjadi terlihat tidak praktis dan beresiko tinggi dalam hal keamanan terutama dalam jumlah yang besar. Ketidakpraktisan pembayaran manual bisa kita lihat dari beberapa aspek mulai dari lebih banyaknya instrumen pembayaran yang diperlukan hingga proses pembayaran yang jauh lebih memakan waktu.

Belum lagi jika kita berbicara mengenai keamanan ketika Anda membawa atau menyimpan cek atau bilyet giro atau uang dalam jumlah besar. Selembar kertas seperti itu tentunya sangat mudah hilang dan di-track keberadaannya. Dan lagi, terkadang transaksi seperti ini hanya bisa dilakukan oleh individual. Untuk transaksi antar perusahaan atau badan usaha, pembayaran manual sudah sangat tidak praktis untuk dilakukan..

  • Pembayaran Digital

Dengan tidak melibatkan bentuk fisik uang, maka Anda tidak perlu khawatir dengan tindakan perampokan. Namun, pembayaran digital pun masih memiliki resiko keamanannya sendiri. Informasi dan data finansial anda bisa sewaktu-waktu keboboloan. Namun dibalik hal tersebut, bisa dikatakan tingkat keamanan pembayaran digital terbilang tinggi dikarenakan segala macam transaksi bisa dilacak dengan detail.

Juga, tanpa melibatkan terlalu banyak manusia dalam menjalankan sistem, maka jumlah human error tentu jauh bisa diminimalisir.

Dari segi kepraktisan sudah tidak diragukan lagi. Pembayaran bisa dilakukan kapan saja di mana saja selama jaringan internet tersedia. Cukup membawa gadget atau kartu finansial, maka anda siap melakukan berbagai hal tanpa kekhawatiran membawa uang cash yang tidak cukup.

Selain itu, dalam proses pembayaran digital banyak tahapan minor dalam pembayaran manual yang dilewati sehingga menjadikan pembayaran digital jauh lebih cepat dan praktis.

Transparansi dan pembukuan

digital-payment-3Sumber: cloudhoreca

  • Pembayaran Manual

Apakah anda dapat mem-validasi keaslian dan kebenaran dari selembar kwitansi? Dari mana anda bisa memastikan bahwa kwitansi itu dibuat atas transaksi yang benar-benar ada? Salah satu kelemahan dari pembayaran manual adalah kesulitan untuk melacak transaksi dan perputarannya.

Karena tidak tercatat secara otomatis, maka pencatatan transaksi manual juga akan bergantung pada ingatan dan kemampuan anda mencatat setiap transaksi yang terjadi, yang seringkali bergantung pada aplikasi pembukuan. Jika ada yang terlewati, maka akan ada yang timpang ketika Anda berusaha merekap keuangan anda pada akhirnya.

  • Pembayaran Digital

Semua transaksi digital akan tercatat secara otomatis pada sistem. Transfer dana yang Anda lakukan atau terima akan langsung tercatat pada mutasi rekeningmu. Begitu juga dengan transaksi kartu kredit dan berbagai pilihan pembayaran digital lainnya. Itulah mengapa transaksi digital disebut lebih transparan.

Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi pemerintah karena mempermudah pelacakan dana untuk berbagai tujuan, seperti pemberantasan korupsi. Jika transaksi-transaksi anda transparan dan digital, maka Anda juga tidak perlu khawatir akan dicurigai karena semua transaksimu dapat dibuktikan.

Selain itu, pembayaran yang semuanya tercatat secara otomatis juga membantu Anda untuk melakukan pembukuan. anda tinggal menggabungkan record dari semua bentuk pembayaran digital yang anda miliki. Hal ini pun dapat langsung Anda terapkan dalam sistem transaksi penjualan..


 

Itulah alasan banyak pihak mulai dari pemerintah sampai perusahaan privat semakin menganjurkan masyarakat untuk bergerak menuju era pembayaran digital yang penuh. Kini, telah tersedia banyak layanan pembayaran online karena memang metode ini dianggap merupakan solusi untuk pembayaran yang lebih cepat dan aman!

Jadi, apakah Anda sudah siap beralih menggunakan digital payment?

Sumber gambar utama: nosheep
Advertisements