Semenjak Internet mulai dikenalkan pada tahun 1990-an, Indonesia mengalami perkembangan pesat dalam dunia digitalisasi. Salah satunya adalah dalam bidang perdagangan dan transaksi secara digital.

Meskipun perdagangan secara digital bertumbuh dengan pesat di Indonesia, hal tersebut bisa didorong lebih jauh lagi bila orang-orang beralih ke metode pembayaran digital yang praktis.

Di sinilah dituntut peran pemerintah untuk meningkatkan penetrasi transaksi digital guna menunjang industri-industri yang terkait. Lalu, mengapa pemerintah perlu berperan dalam hal ini? Apa untungnya bagi negara jika pada akhirnya semua masyarakat beralih ke metode digital payment?

1. Tidak ada lagi pungutan liar

keuntungan-digital-payment-1
Sumber: JaneB13

Dengan hilangnya metode pembayaran secara manual, artinya semua riwayat transaksi pembayaran menjadi transparan. Hal ini meminimalisir terjadinya pungutan-pungutan liar yang merugikan negara.

Tak hanya pungutan liar, bahkan transaksi-transaksi mencurigakan yang mungkin merugikan negara bisa dipantau dengan lebih mudah, jika semua orang telah beralih menggunakan transaksi secara digital.

2. Mengurangi angka kriminalitas

keuntungan-digital-payment-2
Sumber: George Hodan

Selain lebih transparan, berkurangnya transaksi secara manual meningkatkan keamanan dalam transaksi, karena setiap transaksi diawasi oleh pihak ketiga sebagai penyedia jasa. Selain itu, kita juga tidak perlu lagi membawa uang dalam jumlah banyak dan tidak perlu takut terjadi pencurian.

Karena uang digital hanya dapat diakses oleh pemiliknya masing-masing, keamanan menjadi lebih terjamin. Jadi, secara tidak langsung angka kriminalitas juga bisa berkurang, jika semua orang mulai beralih ke digital payment.

3. Membuka lapangan pekerjaan baru

keuntungan difital payment 3.jpg
Sumber: Missy Schmidt

Di beberapa negara maju, digital payment sudah mulai digembar-gembor oleh pemerintah karena mampu membantu meningkatkan sektor perkonomian. Salah satunya adalah membuka berbagai lapangan pekerjaan baru, khususnya dalam industri digital.

Dilansir melalui Techmoran, sebuah laporan yang diliris McKinsey Global Institute memprediksi bahwa digital finance bisa meningkatkan GDP hingga 3.7 triliyun USD hingga 2025, membuka 95 juta lapangan pekerjaan baru di berbagai sektor, dan menyelamatkan hingga 110 juta USD kebocoran dana di negara-negara berkembang.

Kurang lebih sebesar itulah dampak perpindahan transaksi kita dari manual ke digital terhadap perekonomian.

4. Meningkatkan pemasukan pajak negara

keuntungan difital payment 4.jpg
Sumber: Tax Credits

Sebuah penelitian yang dilakukan di India menunjukkan bahwa penerapan digital payment dapat memiliki dampak positif. Selain menghemat pengeluaran anggaran akibat proses manual dalam auditing, terdapat peningkatan jumlah pajak akibat penurunan angka transaksi mencurigakan.

Dalam hal ini, transparansi digital payment berperan mempersulit pihak-pihak yang ingin menghindari pajak negera. Karenanya, secara tidak langsung, digital payment menghasilkan lebih banyak penghasilan negara melalui pajak.

5. Meningkatkan perekonomian negara

keuntungan digital payment 5.jpg
Sumber: Geralt

Seorang ekonom dari World Bank Development Research Group, Dr. Leora Klapper, mengungkapkan, “Manfaat dari digital payment meningkatkan kenyamanan banyak orang dalam mengembangkan perekonomian yang berhubungan dengan teknologi.”

Selain itu, kita juga bisa melihat contoh pada penerapan 20.000 perangkat yang menunjang digital payment di Mexico. Alhasil, terdapat peningkatan transaksi sebanyak 17% antara tahun 2014 dan 2015. Sekali lagi, kemudahan pembayaran

Hal ini membuat Mexico mengalami tingkat pertumbuhan 17 persen dalam jenis transaksi antara tahun 2014 dan 2015. Meningkatnya jumlah transaksi ini sama dengan meningkatnya perekonomian di negara tersebut.

6. Mengurangi kemungkinan kebocoran dana dan korupsi

keuntungan digital payment 6.jpg Sumber: Public Domain Pictures

Masih dari sumber yang sama, Techmoran mengungkapkan digital payment dapat mengurangi 5-10% dari total pengeluaran akibat proses manual yang digunakan untuk audit dan rekonsiliasi pembayaran.

Selain itu, catatan setiap transaksi meminimalisir lolosnya transaksi-transaksi mencurigakan yang bisa jadi indikasi tindakan kriminal atau bahkan korupsi. Hal ini tentunya merupakan dampak yang sangat baik untuk memperkecil kemungkinan hilangnya uang pembayar pajak untuk kepentingan yang salah.

7. Memangkas anggaran

keuntungan digital payment 7.jpg Sumber: Tax Credits

Dengan beralihnya metode pembayaran, anggaran perawatan dan peremajaan uang kertas pun menjadi hilang. Artinya anggaran tersebut bisa dialokasikan untuk pengembangan sektor-sektor lain yang lebih penting.

Melalui penerapan digital payment secara menyeluruh, negara bisa mengurangi banyak pemborosan pada beberapa sektor guna meningkatkan sektor lain.


Banyaknya keuntungan inilah yang bisa menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk segera menfasilitasi serta mengembangkan segala hal terkait digital payment, mulai dari infrastruktur hingga kebijakan perundang-undangan terkait.

Advertisements