Peran uang kartal fisik mulai kehilangan pamornya seiring perkembangan era serba digital. Semakin banyak transaksi yang dilakukan via dunia virtual membuat uang tunai dinilai kurang efisien.

Pembayaran digital yang dinilai lebih praktis, aman, dan mudah menjadi tren yang semakin mewabah. Terkadang, bukan preferensi konsumen sendiri untuk menggunakan pembayaran digital. Namun, banyaknya kebutuhan dan promosi yang tersedia hanya secara online menuntut konsumen untuk terjun dalam tren pembayaran digital ini.

Cukup membawa kartu atau gadget, maka pembayaran bisa dilakukan kapan pun, di mana pun. Tak ada lagi perasaan takut saat ketinggalan dompet selama smartphone atau kartu Anda berada dalam genggaman.

Namun tren pembayaran digital di Indonesia masih tergolong baru dibandingkan di negeri-negeri lainnya. Apa saja sih tren pembayaran digital yang sedang naik daun di Indonesia?

1. Payment card, solusi mudah dalam satu kartu

tren digital payment.jpg
Sumber: 3112014

Dalam praktiknya, penggunaan kartu kredit lebih banyak dipilih karena sifatnya yang praktis dan efisien. Di Indonesia sendiri penggunaan kartu debet masih naik-turun, walau semakin banyak masyarakat yang mengenalnya.

Pada tahun 2013 misalnya, Bank Indonesia mencatat bahwa nilai transaksi tunai menggunakan kartu debet menurun hingga 5,67 %. Sementara untuk transaksi belanja nilai transaksinya juga ikut menurun hingga 7,93 % pada bulan April 2014.

Selain dapat digunakan untuk memenuhi berbagai jenis transaksi dan pembayaran. Payment card ini dapat digunakan bagi Anda yang masih membutuhkan uang tunai dalam keadaan darurat. Anda hanya tinggal pergi ke mesin ATM terdekat dan melakukan pengambilan dana.

Sayangnya, meski dinilai populer sebagai salah satu cara pembayaran, banyak orang yang masih belum berani/mengerti untuk menggunakan sistem mobile dan internet banking untuk melakukan transaksi seperti transfer uang.

Berbeda halnya dengan kartu debet, kartu kredit justru mengalami lonjakan tajam dari sisi penggunanya. Bank Indonesia mencatat bahwa hingga November 2015, jumlah kartu kredit yang beredar mencapai kurang dari 17 juta keping atau mengalami peningkatan 5,25% dari tahun sebelumnya.

Sementara seperti yang dilansir melalui Tempo, dari sisi nilai transakasi, penggunaan kartu kredit juga mengalami kenaikan 8% dengan 23,78 transaksi per tahun.

2. E-wallet, cepat dan efisien

tren digital payment 2.jpeg
Sumber: Forbes

Pada dompet elektronik, pengguna memiliki akun virtual untuk menyimpan uang di dalamnya. Akun dompet virtual ini dapat digunakan untuk transaksi keuangan dengan sistem yang terintegrasi dengan vendornya. Misalnya:

E-cash dari Bank Mandiri

Mendukung era pembayaran digital yang semakin berkembang, Mandiri menghadirkan dompet elektronik dengan nama e-cash. Dengan memanfaatkan teknologi aplikasi di smartphone, maka para pengguna e-cash dapat menikmati uang tunai dalam ponsel yang bisa digunakan kapan saja dan dimana saja.

Dalam penggunaanya, e-cash dapat digunakan untuk melakukan segala macam jenis pembayaran seperti membeli pulsa, membayar transaksi di toko online maupun toko fisik hingga membayar tiket bus dan kereta api. Tak hanya itu saja, e-cash juga dapat digunakan untuk melakukan transfer dan tarik tunai dengan beberapa prosedur mudah melalui mesin ATM, kantor cabang bank, sms dan internet Mandiri.

Sementara untuk isi ulang, pengguna e-cash dapat melakukannya dengan mudah melalui ATM, sms, internet, clickpay, toko ritel seperti minimarket, atau transfer dari bank lain.

T-cash tap dari Telkomsel

Tak hanya bank, provider yang satu ini juga menyadari bahwa di era digital seperti sekarang ini, banyak orang ingin melakukan segala macam aktivitas dengan cepat, termasuk dalam bertransaksi. T-cash kemudian hadir sebagai uang elektronik mobile yang memberi solusi pembayaran digital di Indonesia.

T-cash juga mendapat lisensi resmi dari Bank Indonesia yang artinya uang elektronik ini dapat Anda gunakan untuk membayar tagihan, transfer dana, berbelanja dan lain-lain.

Rekening Ponsel dari Bank CIMB Niaga

Pembayaran digital jenis e-wallet lainnya di Indonesia datang dari Bank CIMB Niaga dengan Rekening Ponsel. Sama seperti e-wallet lainnya, Rekening Ponsel hadir untuk memberikan kemudahan bagi para pengguna dalam melakukan transaksi melalui ponsel Anda.

Dalam penggunaannya, Rekening Ponsel dapat digunakan di semua merchant pilihan CIMB Niaga. Anda juga tidak perlu direpotkan lagi dengan kartu ATM.

3. Pre-paid card, uang elektroniknya anak muda masa kini

tren digital payment 3.jpeg
Sumber: Andrie Nuno

Sama halnya dengan e-payment card, salah satu jenis pembayaran yang satu ini juga menggunakan kartu sebagai alat pembayarannya. Bedanya, Anda tidak bisa melakukan transaksi tarik secara tunai atau melakukan transfer dana terlepas memiliki saldo salam kartu. Selain sebagai alat pembayaran, kehadiran kartu ini bisa meminimalisir penggunaan uang fisik.

Berikut ini beberapa contoh pre-paid card yang dapat dijumpai di Indonesia:

E-money dari Bank Mandiri
Merupakan sebuah kartu nirsentuh yang akan memudahkan transaksi harian Anda. Dengan e-money, Anda tak perlu direpotkan lagi dengan uang tunai dan uang kembalian saat melakukan transaksi jual beli. Hanya dengan sekali tap, maka semua transaksi dapat dilakukan dengan cepat.

Saldo maksimal adalah Rp 1.000.000 untuk setiap kartu. Jika kekurangan, pengguna dapat melakukan top-up melalui ATM Mandiri atau minimarket terdekat. Kartu e-money ini bisa digunakan siapa saja (tidak hanya nasabah) untuk membayar dlaam sistem yang terintegrasi dengan fitur e-money ini.

Tap Cash dari BNI
Tap Cash memiliki fungsi yang sama dengan e-money dari Bank Mandiri, Tap Cash merupakan alat pembayaran elektronik yang memudahkan proses dan transaksi pembayaran menjadi lebih cepat.

Kehadirannya sebagai pengganti uang fisik tentunya berguna untuk menghindari peredaran uang palsu dan uang kartal yang lecek. Tap Cash dapat digunakan untuk membayar tiket kereta api, bus hingga membayar makanan di restoran-restoran tertentu.

Flazz dari BCA
Sama halnya dengan kartu prabayar lainnya, kartu Flazz merupakan alat pembayaran pengganti uang yang dinilai efisien. Kartu Flazz dapat dipindahtangankan kepada pihak manapun dan dapat diisi ulang maksimal Rp 1.000.000.

Kartu Flazz banyak digunakan oleh pebisnis hingga anak muda untuk beragam keperluan mulai dari membeli tiket transportasi, membeli makanan hingga membeli tiket bioskop! Uang elektronik ini banyak dipilih karena sering menawarkan beragam jenis potongan harga untuk setiap transaksi di toko-toko tertentu.

BRIZZI dari BRI
Uang elektronik yang satu ini menjadi sarana pembayaran praktis yang dapat digunakan di berbagai merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan BRI. Seperti kartu prabayar lainnya, BRIZZI dapat diisi dengan saldo maksimal Rp 1.000.000 dan dapat dimiliki oleh siapapun. Hal yang membedakan BRIZZI dengan kartu pre-paid yang lain adalah mengharuskan pengguna untuk melakukan registrasi terdahulu di kantor cabang BRI atau merchant tertentu.

Terlepas dari kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, pembayaran digital jenis ini ternyata juga memiliki kelemahan. Sifatnya yang mudah dipindahtangankan, membuat siapa saja dapat dengan mudah mengakses kartu ini tanpa harus memasukkan PIN atau tanda tangan. Untuk itu, Anda harus berhati-hati ketika membawanya.

4. E-payment dari startup

tren-digital-payment-4
Sumber: techrasa

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki potensi sebagai pasar digital terbesar di Asia. Laman We Are Social mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mengalami kenaikan hingga 15% dari Januari 2015 sampai Januari 2016. Dari total pengguna, lebih dari setengahnya (52%) menggunakan internet setiap hari mengakses toko belanja online.

Seperti yang disampaikan di awal, jumlah yang besar tersebut merupakan kontribusi berkembangnya perusahaan e-commerce seperti Kaskus, Tokopedia atau BukaLapak yang menggunakan metode pembayaran digital (gateway) yang mudah dan efisien.

Biasanya, perusahaan-perusahaan raksasa itu mendapatkan pelayanan payment gateway mereka melalui kerjasama dengan perusahaan pembayaran online seperti Doku, Midtrans, dan Mpay yang hadir untuk memberikan solusi pada para konsumen atau pembeli dalam melakukan transaksi

Dilihat dari penggunaannya, Doku merupakan pionir penyedia solusi pembayaran online di Indonesia. Menitikberatkan pada inovasi yang disesuaikan dengan berbagai tuntutan bisnis dan gaya hidup masa kini. Berbagai Solusi Pembayaran DOKU yaitu Corporate Solution, MyShortCart dan DOKU Wallet.

Sementara Midtrans (Veritrans Indonesia) menawarkan jasa untuk mengoptimalkan bisnis online Anda dengan menyediakan sistem pembayaran online, analisa data untuk manajemen risiko, dan chat-to-buy.


Itulah beberapa tren digital payment di Indonesia yang paling banyak digunakan untuk memecahkan masalah pembayaran. Dari sekian banyak pilihan, pengguna tentunya harus lebih cermat dalam memilih dan memutuskan metode pembayaran digital sesuai kebutuhan.

Advertisements