Cara manusia bertransaksi selalu berkembang dari masa ke masa. Sebelum kita mengenal uang kertas tunai yang kita gunakan sekarang, manusia menggunakan sistem yang lebih tradisional seperti barter atau bahkan menjadikan barang seperti kerang atau emas sebagai media tukar menukar.

Dan, perlahan kita juga mulai meninggalkan transaksi uang kertas atau yang biasa kita sebut sebagai transaksi tunai. Kini kita sudah memasuki era digital dimana aspek perekonomian juga menerima dampak yang cukup kuat. Lalu bagaimana akhirnya kita mengenal digital payment? Mari kita telusuri sejarah digital payment di dunia!

1887 – Kartu kredit muncul dalam novel “Looking Backward”

sejarah digital payment 1.jpgSumber gambar: stevepb

Digital payment adalah salah satu bentuk mobile payment yang kini sedang naik daun. Namun, transaksi digital sudah dimulai lebih awal lagi, yaitu pembayaran dengan kartu debit dan kredit.

Banyak yang menyakini konsep kartu kredit sudah muncul melalui novel Looking Backward pada tahun 1887. Meski, tidak secara gamblang menyebut kartu kredit, namun konsep yang diceritakan memiliki kesetaraan serta kesamaan dengan kartu debit yang kita kenal sekarang.

Pada awalnya pun, sistem kredit tidak menggunakan plastik seperti sekarang, melainkan koin ataupun token. Kartu kredit dari plastik yang kita gunakan sekarang baru mulai dikenal pada 1950-an ketika pemegang kartu Diners Club sudah mencapai 2.000 orang, Diners Club mulai memanfaatkan kartu ini sebagai alat transaksi dengan sistem kredit.

Namun, gagasan kartu kredit sebagai sistem hutang belum benar-benar terealisasi sempurna sampai peluncuran kartu yang kini kita kenal dengan nama Visa dan MasterCard pada pertengahan hingga akhir 1960-an.

1969 – Internet hadir memulai era digital

sejarah digital payment 2.jpgSumber gambar:422737

Perkembangan dunia digital termasuk digital payment tak terlepas dari dimulainya era internet. Jika tidak ada internet maka tidak akan ada sistem-sistem pembayaran yang bersifat digital dan juga mobile. Jadi, sejarah digital payment berhubungan erat dengan sejarah internet.

Sejarah internet sendiri dimulai pada 1969 oleh ARPANET, sebuah jaringan militer yang awalnya dibuat selama periode perang Vietnam. Namun, teknologi ini kemudian dikenal lebih luas pada tahun 1969 ketika Tim Berners-Lee mulai menciptakan apa yang kini kita kenal dengan istilah halaman internet dan juga situs yang mempermudah kita menemukan dan membagikan informasi melalui internet. Dari sinilah kemudian internet berkembang menjadi media perdagangan (e-Commerce) pada pertengahan 1990-an.

1983 – Ide uang elektronik pertama kali dikemukakan

sejarah-digital-payment-3Sumber: Michael Wuensch

Pada awalnya, konsep uang elektronik hanyalah sebuah gagasan. Adalah David Lee Chaum yang awalnya mengemukakan ide mengenai digital cash dalam makalah penelitiannya. Usulan dari Chaum ini memungkinkan masyarakat memiliki uang secara digital melalui bank dan membelanjakannya secara offline.

Pada 1988 bersama Amos Fiat dan Moni Naor, ia mengembangkan gagasan ini untuk memungkinkan transaksi offline menggunakan uang elektronik yang mampu dideteksi dan dilacak.

Hingga pada 1990 ia membangun perusahaan uang elektronik bernama DigiCash di Amsterdam untuk mewujudkan ide dari gagasannya. Namun sayang, perusahaan ini kemudian mengalami kebangkrutan pada 1998 dan Chaum memutuskan untuk meninggalkan perusahaan ini setahun setelahnya.

1994 – Online Banking dan era E-Commerce

sejarah digital payment 4.jpgSumber gambar: JuralMin

Berkembangnya internet juga memicu perkembangan berbagai sarana prasarana secara online, termasuk sistem pembayaran. Sistem pembayaran secara online sendiri mulai beroperasi sejak tahun 1990-an

Meskipun sistem online masih sangat tidak user-friendly, hal itu tidak menghentikan Stanford Federal Credit Union untuk menjadi institusi pertama yang menawarkan layanan online banking di tahun 1994.

Di dekade ini, pemain besar dalam digital payment adalah Milicent dan Ecash yang didirikan pada 1995 dan 1996. Sebagian besar layanan keuangan online pada masa ini menggunakan sistem micro payment. Di era yang sama, Amazon, salah satu pioneer dari e-Commerce didirikan tepatnya pada 1994. Hal tersebut juga berdampak pada perkembangan transaksi secara online.

1998 – Paypal

sejarah digital payment 5.jpgSumber gambar: Techno Buffalo

Di akhir era 1990-an tepatnya pada 1998, Paypal memulai sistem mobile payment dengan transaksi nirkabel. Namun setelahnya, Paypal berfokus pada sistem transaksi online dan menjadi semakin besar setelah digunakan oleh para pelanggan eBay (perusahaan lelang online).

Seiring berkembangnya Paypal dan inovasi-inovasi yang ditawarkan, eBay mulai merasa terancam dan menciptakan sistem pembayaran online-nya sendiri. Billpoint. Billpoint sendiri bisa dikatakan menjiplak sistem utama dari Paypal.

Billpoint kemudian mulai mencoba memonopoli segala bentuk transaksi yang ada di eBay. Namun, ternyata hal ini tidak berhasil dan berakhir dengan diakuisisinya Paypal oleh eBay.

Bersama eBay, Paypal menyadari terlalu sia-sia jika mereka hanya melayani para pelanggan di eBay saja. Sehingga pada 2014, di tahun yang sama dengan peluncuran Apple Pay oleh Apple, eBay mengumumkan perpisahannya dengan Paypal.

Setelah itu, industri mobile payment semakin menggeliat dengan munculnya raksasa-raksasa lainnya. Seperti Alipay yang akhirnya mampu mengalakan Paypal dan menjadi sistem mobile payment terbesar dengan total nilai transaksi hingga 150 miliyar USD pada 2013!

Digital Payment kini

sejarah digital payment 6.jpgSumber: WDnetStudio

Kini, gagasan uang elektronik dan transaksi secara digital sudah menjadi kenyataan dan
perlahan mulai mendominasi sistem transaksi di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data dari Statista, total nilai transaksi digital di Indonesia diprediksi akan mencapai 18,211 juta USD pada tahun 2017 dan akan terus bertumbuh hingga 36,607 juta USD hingga tahun 2021.

Hal ini tak terlepas dari maraknya produk digital payment yang muncul di Indonesia, mulai dari rekening telepon, e-money, rekening virtual, dan lainnya. Lalu, kemana kelak digital payment akan berkembang? Atau akan muncul sistem transaksi baru yang jauh lebih efektif?

Advertisements