Saat ini, pembayaran secara tunai sudah tidak terlalu mendominasi dunia transaksi. Walaupun sudah dikembangkan dari tahun 1994, metode pembayaran dengan menggunakan digital payment baru hits beberapa tahun belakangan ini.

Tidak hanya populer di luar negeri saja, digital payment juga sudah banyak digunakan di Indonesia. Contohnya, banyak bank yang menawarkan transaksi ‘klik’ online, perusahaan yang menawarkan dompet dan pembayaran virtual seperti Doku Wallet dan Mpay

Ditambah lagi dengan maraknya smartphone, pembayaran secara digital juga semakin populer. Tunai hanya digunakan untuk penyedia yang masih tradisional dan dalam jumlah kecil.

Di era serba digital payment ini, ada baiknya Anda tahu lebih banyak tentangnya. Seberapa dalam pengetahuanmu di sektor ini? Berikut 5 fakta menarik seputar digital payment yang perlu Anda ketahui.

1. Jumlah pengguna dan uang yang super banyak

fakta unik digital payment 2.jpgSumber: Contractor Payment

Saat ini, jumlah orang yang menggunakan metode digital payment yang mobile sudah melebihi 450 juta orang. Angka ini menunjukkandigital payment yang semakin global.

Seperti jumlah pengguna yang semakin meningkat, jumlah uang yang sudah digunakan untuk transaksi secara digital yang tercatat saja sudah mencapai 620 miliar Dollar AS alias kurang lebih Rp 8260 triliun.

Bisa dibayangkan betapa cepatnya metode pembayaran ini akan berkembang kedepannya bukan?

Fakta ini juga merupakan salah satu penyebab banyak retailers mulai melakukan kerjasama dengan mobile payment. Bahkan diprediksikan bahwa sebelum tahun 2020, jumlah uang yang beredar dalam transaksi digital payment akan mencapai 1 triliun Dollar AS.

2. Semua bank akan go mobile

fakta unik digital payment 3.jpgSumber: Indianexpress

Tidak hanya bekerjasama dengan berbagai retailers saja, maraknya pembayaran secara digital seakan “mengintimidasi” bank untuk mulai mengimplementasi metode digital ini.

Buktinya, bisa dilihat dari pembuatan mobile banking milik bank BCA serta E-Cash bank Mandiri. Salah satu alasan lain yang menyebabkan bank mulai bergerak ke digital payment adalah akses nasabah.

Menurut sumber, hanya 19% dari penduduk Indonesia yang memiliki akses perbankan. Sementara 81% dari sisanya masih belum memiliki akses perbankan yang memadai.

Kondisi ini pastinya menyulitkan banyak perusahaan seperti e-commerce yang bergantung pada metode transfer. Karena inilah bank harus segera mengimplementasikan metode pembayaran untuk lebih fleksibel.

3. Digital payment terbukti lebih aman

fakta unik digital payment 4.jpgSumber: Gigaom

Secara fisik, menggunakan mobile payment akan lebih aman dibandingkan mengeluarkan dompet untuk mengambil cash. Walaupun begitu, masih banyak orang meragukan keamanan membayar secara digital.

Menurut para ahli, pembayaran digital justru dipandang lebih aman karena Anda tidak perlu memberikan informasi yang terlalu detil ke pihak ketiga. Selain itu, hampir semua aplikasi pembayaran di mobile memerlukan sidik jari, PIN, atau password setiap kali melakukan transaksi.

Smartphone juga memonitor kegiatan transaksi Anda secara terus menerus. Anda akan mendapatkan notifikasi ketika ada transaksi mencurigakan yang menarik saldomu dalam jumlah di luar batas penggunaanmu sehari-hari.

4.Digital payment sangat populer di 3 negara ini

fakta unik digital payment 5.jpgSumber: Rstv.nic

Popularitas digital payment tidak meningkat secara instan. Dimulai dari negara yang sangat up to date dalam perkembangan smartphone alias India. Saat ini diperkirakan ada sekitar 200 juta pengguna mobile wallet di India. Saking populernya, Anda bisa membayar bajaj secara digital!

Selain India, metode pembayaran ini juga sangat populer di negara China. Negara Tirai Bambu ini memang identik dengan yang namanya belanja. Sudah lebih dari 193 juta orang yang menggunakan digital payment sebagai metode pembayaran utama. Kabarnya, 50% dari seluruh transaksi didominasi oleh Alipay milik Alibaba.

Negara ketiga yang menggunakan digital payment sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari adalah Belgium. Kabarnya, pemerintah di negara ini memberikan limit untuk bayaran tunai. Setiap warga hanya bisa membayar secara tunai dengan jumlah maksimal Rp42 juta saja. Diperkirakan sekitar 93% warga Belgium sudah jarang menggunakan uang tunai.

5. Menabung dengan menggunakan digital payment

fakta unik digital payment 6.jpgSumber: Akashaurora

Banyak orang mengira menggunakan metode pembayaran digital akan membuat Anda menjadi boros. Hal ini memang tidak sepenuhnya salah, tapi jika dilihat dari sisi pandang lain, Anda justru malah lebih mudah menabung jika menggunakan mobile payment.

Mengapa demikian? Seperti yang sudah dibicarakan di poin no.1, perkembangan digital payment “menekan” banyak retailers dan juga e-commerce untuk bekerjasama. Maka dari itu, Anda pasti akan lebih banyak melihat penawaran-penawaran khusus yang hanya berlaku apabila Anda membayar melalui aplikasi atau metode tertentu.

Penawaran-penawaran khusus tersebut pastinya ditujukan untuk memberikan deal harga yang lebih hemat untuk Anda. Nah, jika Anda bisa mengontrol keinginan untuk tidak kalap belanja, Anda bisa mengurangi sebagian besar pengeluaran Anda.


Nah, apabila Anda adalah seorang entrepreneur, Anda bisa mulai mengimplementasikan metode pembayaran secara digital. Tidak hanya karena alasan mengikuti tren saja, beralih ke digital payment juga akan menguntungkan bisnis Anda sendiri.

Bagi Anda yang masih skeptis dengan pembayaran digital, jangan ragu lagi. Selain menjamin keamanan uangmu, Anda juga tidak perlu repot-repot ketika ingin melakukan transaksi.

Advertisements