Mengatur keuangan pribadi bukan hal yang mudah mengingat banyaknya pengeluaran seseorang setiap hari, mulai dari pengeluaran kecil seperti makanan, hingga kewajiban besar seperti membayar cicilan kendaraan.

Pada tahun 2012, Harris Interactive melakukan survei pada 3800 pekerja tetap tentang pemakaian gaji. Apa yang ia temukan? Ternyata, 37% dari responden hidup dengan menghabiskan gajinya setiap bulan, dan 20% pernah menghabiskan gaji sebelum gajian tiba, setidaknya satu kali setahun.

Bagaimana cara Anda mengatur keuangan Anda? Di era keuangan digital ini, banyak godaan untuk mengeluarkan uang secara tak kasat mata. Alat seperti debit, dompet elektronik, kartu kredit, dan ragamnya bisa membocorkan rekeningmu bila tidak diatur dengan bijak.

Berikut 3 langkah sederhana untuk menjadikan alat-alat tersebut temanmu dalam mengatur keuangan di era digital ini.

Merencanakan budget

tips mengatur keuangan 1.jpgSumber: stevepb

Sejak menerima gaji, sebaiknya Anda sudah menentukan penggunaannya. Anda bisa mulai dengan metode 50-20-30. Caranya,sisihkan 50% dari pendapatanmu untuk kebutuhan utama. Akomodasi, makan, dan biaya keseharian.

Sisihkan 20% dari pendapatanmu untuk tabungan, investasi, dan untuk membayar hutang. Isi dompet elektronikmu, limit kartu kredit-mu dengan jumlah ini. Namun ingat, jumlah ini bukan ditujukan untuk hiburan. Angka 20% sepenuhnya merupakan biaya keamanan. Baik dalam jangka panjang (tabungan) ataupun pendek (kartu kredit untuk biaya darurat).

Sisanya (30%), bisa Anda gunakan untuk keperluan tersier yang bersifat menghibur. Atau, Anda bisa masukkan ke tabungan! Mengatur keuangan pun menjadi lebih mudah.

Untuk memastikan bahwa penggunaan uang Anda sesuai dengan budget bulanannya, Anda bisa menggunakan berbagai aplikasi smartphone yang dibuat khusus untuk keuangan pribadi, seperti Monefy, Wally, dan Wallet – Budget Tracker, dimana Anda bisa memasukkan setiap pengeluaran Anda sesuai dengan kategorinya.

Beralih menjadi cashless

tips mengatur keuangan 2.jpgSumber: The Digital Way

Transaksi-transaksi yang dilakukan secara tunai cenderung sulit untuk dilacak. Pembukuannya pun harus dilakukan secara manual dengan mengumpulkan bukti-bukti pembayaran dari setiap transaksi. Anda beresiko melewatkan beberapa transaksi ketika Anda berusaha melacak penggunaan budget Anda.

Dengan melakukan pembayaran digital, setiap transaksi yang Anda lakukan akan terekam secara otomatis, sehingga Anda akan dengan mudah melacak transaksi yang telah dilakukan atau kehilangan bukti-bukti pembayaran.

Misalnya, ketika menggunakan kartu kredit, pengguna menerima tagihan bulanan, seperti pembukuan otomatis. Selain itu, banyak perusahaan e-commerce dan layanan online telah memiliki sistem kredit dan uang elektronik sendiri.

Sistem top-up dan pemantauan pembayaran pada aplikasi-aplikasi tersebut akan membiasakan Anda untuk lebih aware dengan pengeluaran. Karena pembayaran dilakukan di muka, Anda bisa membatasi jumlah penggunaan dalam jangka waktu tertentu.

Berbagai bank juga berlomba-lomba untuk mengeluarkan produk digital agar nasabah-nasabahnya semakin mudah mengatur keuangan.Salah satunya fitur penjadwalan transfer. Jadi, Anda bisa langsung menjadwalkan pembayaran uang sewa rumahmu secara berkala, pembayaran kartu kredit, dan sebagainya. Dengan fitur seperti ini Anda tidak akan melewatkan jatuh tempo tagihan kartu kreditmu (dan terbebas dari denda) atau terlanjur menggunakan uang sewa rumahmu untuk hal lain karena lupa.

Setiap alat keuangan elektronik dapat Anda pandang sebagai ‘simpanan’ dalam keadaan darurat. Gunakan dengan sistematis, dan manfaatkan sehemat mungkin cash yang Anda tarik agar tidak mengganggu flow keuangan digital.

Lakukan pembukuan secara rutin

tips mengatur keuangan 3.jpgSumber: meditations

Selain merekam transaksi yang Anda lakukan setiap hari, jangan lupa untuk membukukan keuanganmu secara bulanan. Jika Anda menggunakan fitur internet banking dari bank Anda, Anda bisa dengan mudah mengakses mutasi rekeningmu, dan mengunduhnya setiap saat. Pastikan untuk memiliki mutasi rekening Anda setiap bulan.

Selain mutasi rekening, kumpulkan juga data-data transaksi Anda dari sumber lainnya seperti tagihan kartu kredit dan sejarah pembelian dari e-commerce. Catat pula hal-hal kecil seperti membeli snack atau makan di warung.

Dengan pembukuan bulanan, Anda bisa mengetahui pola pengeluaranmu dan menetapkan langkah yang harus Anda ambil untuk meningkatkan pengaturan keuanganmu, misalnya budget yang perlu ditekan, atau bahkan mengalokasikan uang ke budget baru. Dengan ini, mengatur keuangan akan jauh lebih sistematis dan mudah.


Itulah 3 hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatur keuangan Anda di era digital. Terlihat mudah, namun dengan perpindahan metode transaksi keuangan yang cepat (dari cash-based menjadi digital), 3 langkah di atas memiliki tantangannya sendiri. Belum lagi masalha pribadi seperti komitmen, disiplin, dan waktu. Bila Anda tidak lebih mengerti cara memanfaatkan alat keuangan digital untuk mengatur keuangan Anda, sedikit-sedikit Anda akan merasa keteteran dan sulit menabung untuk jangka panjang.

Advertisements