Kini, masyarakat Indonesia, terutama di daerah perkotaan, sudah sangat terbiasa untuk menggunakan fasilitas pembayaran non-tunai. Digital payment di Indonesia-pun dianggap sangat memudahkan ditengah kesibukan aktivitas sehari-hari.

Berbagai keperluan pembayaran zaman kini sudah dilakukan melalui kartu debit, kartu kredit, m-bangking, e-banking, paypal, kartu prabayar, dan sebagainya. Namun, variasi digital payment terus mengalami perkembangan dari masa ke masa.

Baca juga: Sejarah Digital Payment: Dari Gagasan Hingga Menjadi Kenyataan

Berikut merupakan pembabakan perkembangan digital payment di Indonesia:


Digital Payment di Indonesia

1. Awal Perkembangan Digital Payment

digital payment di IndonesiaSumber: Casey Bond

Perkembangan digital payment diawali dengan penerbitan dan penggunaan payment cards seperti kartu debit dan kartu kredit. Kedua fasilitas perbankan tersebut sampai sekarang masih menjadi sarana yang sangat membantu dalam kegiatan transaksi sehari-hari oleh kalangan luas.

Kartu kredit sendiri dulu sempat dianggap sebagai salah satu media pembayaran yang paling praktis. Berdasarkan data Bank Indonesia dan proyeksi Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), peredaran kartu kredit mengalami peningkatan dari 15 juta kartu menjadi 16.5 kartu. Selain itu, nilai transaksi dari kedua jenis kartu pembayaran tersebut di tahun yang sama pun juga menunjukkan peningkatan, yakni dari Rp 11.010 triliun menjadi Rp 11.953 triliun.

Namun, seiring dengan maraknya perkembangan produk digital payment yang baru, pergeseran pun mulai terjadi. Menurut data sistem pembayaran BI, volume transaksi melalui kartu kredit mengalami penurunan sebesar 8,82 persen pada 2015-2016, sedangkan dari segi nilai transaksi, penurunan terjadi sebesar 18,86 persen.

Baca juga: 5 Fakta Unik Digital Payment Yang Belum Anda Ketahui

2. Trend Digital Payment Masa Kini

digital payment di IndonesiaSumber: Uang Indonesia

Karena kepraktisannya, m-banking dan e-banking sekarang sudah menjadi pilihan masyarakat luas untuk melakukan transaksi tanpa harus mencari mesin ATM terlebih dahulu. Banyak orang sudah memanfaatkan layanan ini, terutama untuk kegiatan belanja e-commerce yang sedang marak di dalam negeri.

Sebagai salah satu bank yang populer di Indonesia, Bank Mandiri memiliki rasio transaksi elektronik sebesar 93 persen dari m-banking dan e-banking. Hal tersebut disebabkan karena sudah banyaknya nasabah yang memiliki akses internet dan smartphone yang sangat mendukung kemudahan transaksi layanan ini.

digital payment di IndonesiaSumber: BCA

Penggunaan payment cards pun mengalami evolusi, seiring dengan perkembangan digital payment. Salah satu contohnya adalah kemunculan kartu prabayar. Kartu prabayar merupakan kartu yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi tanpa uang tunai. Namun, kartu ini tidak dapat digunakan untuk transaksi kredit dan tidak terkait pada rekening.

Sekarang, penggunaan kartu prabayar sudah mulai meluas. Yang tadinya hanya bisa digunakan untuk berbelanja, sekarang kartu prabayar sudah dapat dimanfaatkan untuk pembayaran transportasi publik dan biaya masuk tol.

Salah satu produk kartu prabayar yang sudah banyak digunakan oleh kalangan luas ialah Kartu Flazz dari BCA. Setiap bulan, setidaknya terjadi 10 juta transaksi menggunakan kartu Flazz. PT. Bank Central Asia sendiri melihat adanya potensi peningkatan penggunaan kartu flazz sebesar 20 persen setiap tahunnya.

digital payment di IndonesiaSumber: Natania Gabriella

Contoh lain yang lebih inovatif dari dua perkembangan digital payment sebelumnya ialah T-cash. T-cash merupakan layanan pembayaran elektronik yang dikembangkan oleh Telkomsel dengan izin penerbitan dari Bank Indonesia.

Layanan T-cash yang mencakup berbagai macam transaksi seperti pembayaran tagihan, belanja, pulsa, dan kiriman uang membuatnya menjadi salah satu layanan pembayaran yang menarik banyak perhatian masyarakat masa kini, khususnya bagi pengguna kartu Telkomsel.

Keberhasilan T-cash dapat dilihat dari melonjaknya persentase penggunaan layanan ini. Menurut data internal Telkomsel sendiri, pada tahun 2015, penggunaan T-cash mengalami peningkatan hingga 150 persen. Hingga kini pun, layanan ini masih banyak peminatnya.

3. Digital Payment Indonesia di Kemudian Hari

digital payment di IndonesiaSumber: Virtupeer

Semakin maraknya penggunaan dan perkembangan e-commerce tentunya memicu inovasi lain dalam bidang digital payment untuk menawarkan layanan keuangan yang lebih baik. Cryptocurrency dikatakan sebagai salah satu bentuk masa depan digital payment di Indonesia.

Mata uang kripto ini dianggap akan menjadi mata uang yang paling aman karena tingginya tingkat transparansi antarserver yang memudahkan tracking. Beberapa jenis mata uang kripto yang telah beredar di Indonesia ialah bitcoin, ripple, dan etherium.

Namun demikian, penggunaan uang kripto di Indonesia belum sepopuler aneka layanan digital payment lain yang sedang marak saat ini sehingga masih akan dikembangkan lebih lanjut. Salah satu penyebabnya ialah kerumitan sistem block-chain dalam cara kerja transaksi mata uang kripto.

Demi meningkatkan kenyamanan penggunaan agar lebih digemari masyarakat, nantinya akan dikembangkan dompet digital pertama di Indonesia yang akan memberikan layanan transaksi uang kripto, yaitu Virtupeer.


Baca juga: Ketahui 4 Tren Digital Payment di Indonesia

Dengan kemudahan yang ditawarkan serta popularitas yang terus menanjak, bukan tidak mungkin bagi digital payment untuk mewujudkan masyarakat yang semakin cashless.

Pembayaran digital memang belum dapat dengan mudah menggantikan keberadaan pembayaran konvensional pada masa kini karena masih banyaknya masyarakat yang bergantung pada pembayaran konvensional. Namun kedepannya, kemajuan teknologi akan terus membawa inovasi, termasuk bagi sistem pembayaran.

Advertisements